dutapers.com, BUNGO – Penambangan emas di hulu Sungai Batang Tebo membuat kesal warga. Kekesal terhadap aktivitas tersebut, warga memblokir jalan di Dusun Peninjau Kecamatan Bathin II Pelayang, Kamis (13/11).
Akibatnya, akses jalan menuju Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang – Desa Peninjau tidak bisa dilalui. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap maraknya aktivitas PETI yang dituding mencemari aliran Sungai Batang Tebo.
Blokade dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dan menghambat mobilitas masyarakat. Warga menilai aktivitas PETI di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, menyebabkan air sungai keruh dan mengganggu kebutuhan sehari-hari.
Menindaklanjuti aksi tersebut, Sat Intelkam Polres Bungo yang dipimpin KBO Intelkam Ipda Hairi bersama Kanit Politik Aiptu Sugeng Hartanto berkoordinasi dengan Camat Bathin II Pelayang dan Kepala Desa Peninjau sekitar pukul 12.30 WIB. Peninjauan lokasi dilakukan pada pukul 15.00 WIB.
Situasi mulai mereda setelah Bupati Bungo, H. Dedy Putra tiba di lokasi pukul 16.30 WIB dan berdialog langsung dengan warga.
Turut hadir Kapolsek Bathin II Pelayang Iptu R.F. Ritonga, Kapolsek Limbur Lubuk Mengkuang Ipda Hamsyah, Camat Bathin II Pelayang Hasan, Kepala Desa Peninjau Afrizal dan sekitar 70 warga.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan tiga tuntutan. Pertama warga minta penertiban aktivitas PETI di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang karena mencemari Sungai Batang Tebo.
Kedua, warga minuntut pemulihan kualitas air sungai yang menjadi kebutuhan vital masyarakat. Danbyabg ke tiga, warga minta tindakan tegas pemerintah daerah untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.
Mediasi menghasilkan dua kesepakatan penting. Pertama, warga berencana turun langsung ke lokasi PETI pada Sabtu, 15 November 2025, untuk melakukan swiping terhadap aktivitas ilegal.
Kedua, Bupati menyatakan komitmennya menyampaikan aspirasi warga kepada Satgas PETI dan segera menjadwalkan razia resmi, sekaligus mengimbau warga membuka blokade jalan.
Blokade akhirnya dibuka kembali sekitar pukul 17.20 WIB, dan akses jalan kembali normal. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 17.45 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. (ton)















