dutapers.com, BUNGO – Pertambangan emas tanpa izin ( PETI) memakai alat berat di Kabupaten Bungo makin menjamur. Padahal, program Zero PETI sudah digaungkan Kapolres Bungo sepertinya sulit untuk diwujudkan. Meski terus dilakukan penindakan, namun tak membuat pelaku perusakan lingkungan jera.
Contohnya di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo – Jambi. Di sana, belasan alat berat PETI dikabarkan terus beroperasi. Lokasinya persis berada di pinggir Sungai Batang Tebo, Dusun Renah Sungai Ipuh.
Yang tak kalah menarik adalah soal isu dugaan uang pengamanan. Uang puluhan juta tersebut kabarnya disetorkan ke salah seorang oknum anggota. Tujuannya tak lain agar aktivitas tambang emas ilegal mereka aman.
“Itu kan ado alat 14 unit alat berat kini tu begawe di Limbur. Itu uang payungnyo 10 juta/unitnyo,” ungkap AD sumber Jambibeda via WhatsApp, Jumat (2/1/2026).
Selama ini, kata sumber, aktivitas PETI menggunakan alat berat terbilang cukup aman di Limbur Lubuk Mengkuang. Sebab jarang sekali dilakukan penindakan oleh APH.
“Kami lihat penindakan hanya terfokus di beberapa kecamatan saja, sehingga tambang emas menggunakan ekskavator di Limbur Lubuk Mengkuang luput dari penindakan,” katanya.
Dia berharap agar APH segera turun ke Limbur Lubuk Mengkuang dan melakukan penindakan tegas terhadap aktivitas PETI sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Minerba.
“Juga melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan uang setoran ini. Jika terbukti, tolong ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pinta sumber. (ton/jbe)














