Ketum Gerakan Mahasiswa Sarolangun Tegaskan Aksi Harus Terukur

dutapers.com, SAROLANGUN – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS). Ketua Umum GMS, Deni Saputra menegaskan bahwa aksi mahasiswa tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai turun ke jalan saja.

Menurutnya, gerakan mahasiswa harus dilakukan secara terukur, jelas arah dan tujuannya, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Deni Saputra dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-14 GMS. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dalam menjawab berbagai persoalan sosial.

“Aksi mahasiswa bukan hanya soal demonstrasi atau turun ke jalan. Aksi yang kami maksud adalah gerakan yang terukur, memiliki konsep yang jelas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Deni.

Lebih lanjut, Deni juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam aksi swadaya masyarakat. Ia menyampaikan bahwa GMS saat ini tengah fokus membangun berbagai inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan generasi di masa depan.

“Sebagai contoh, kami sedang membangun kebun hidroponik untuk generasi yang berkelanjutan. Ini adalah bentuk aksi nyata mahasiswa yang hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Peringatan HUT ke-14 GMS tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kejaksaan Negeri Sarolangun, serta jajaran Polres Sarolangun. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum ini menjadi bentuk dukungan terhadap peran dan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan daerah.

Melalui momentum HUT ke-14 ini, GMS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan mahasiswa yang progresif, mandiri, dan berorientasi pada pembangunan sosial yang berkelanjutan. (hai)