dutapers.com, BUNGO – Karang Taruna Kabupaten Bungo periode 2025–2030 resmi dilantik. Organisasi kepemudaan ini menegaskan komitmennya untuk bersinergi dan mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Bungo dalam mewujudkan visi Bungo Baru.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bungo Muhammad Rajiv menyampaikan, bahwa pada periode ini Karang Taruna Kabupaten Bungo telah menyiapkan sejumlah program strategis, baik jangka pendek maupun jangka menengah, yang menyentuh langsung aspek sosial, ekonomi, keagamaan, hingga olahraga dan pariwisata.
Program unggulan jangka pendek yang langsung dijalankan adalah Program Orang Tua Asuh. Saat ini tercatat sebanyak 26 anak asuh telah terdata dan memiliki orang tua asuh masing-masing.
“Program ini akan berjalan secara berkesinambungan setiap bulan. Kami ingin Karang Taruna hadir dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya., Rabu pagi (11/02/2026).
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial Karang Taruna terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Selain itu, Karang Taruna juga menyiapkan program jangka menengah berupa pembentukan Koperasi Karang Taruna Bungo. Koperasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bungo.
“Kita tidak ingin Karang Taruna hanya menjadi wadah organisasi. Harus ada manfaat nyata dari sisi ekonomi bagi anggota,” tegasnya.
Saat ini, jumlah pengurus tingkat kabupaten mencapai sekitar 200 orang termasuk MPKT dan Sagas. Ke depan, Karang Taruna menargetkan jumlah anggota resmi di seluruh kecamatan dapat mencapai lebih dari 1.000 orang.
Dalam waktu dekat, khususnya pada bulan Ramadan, Karang Taruna juga berencana menggelar kegiatan Bahasul Masail, forum diskusi dan pembahasan persoalan keagamaan yang akan melibatkan Baznas, MUI, Kemenag, serta pihak terkait lainnya.
Salah satu isu yang akan dibahas adalah persoalan perhitungan Zakat Mal yang mengacu pada nisab 93 gram emas. Dengan harga emas yang terus meningkat, banyak masyarakat, termasuk PNS, yang tidak lagi mencapai batas nisab.
“Kami berharap ada kajian bersama ulama dan Baznas untuk mencari solusi terbaik agar pengelolaan zakat tetap optimal dan tidak mengurangi potensi zakat di Kabupaten Bungo,” katanya.
Di bidang olahraga dan pariwisata, Karang Taruna juga menggagas event besar seperti Pacu Perahu dengan konsep lebih menarik. Dengan posisi geografis Bungo yang diapit Sungai Batang Tebo dan Batang Bungo, event tersebut dinilai memiliki daya tarik wisata yang besar.
Konsep yang dirancang, start dari Jembatan Batang Tebo dan finish di Batang Bungo, diharapkan mampu menarik kunjungan dari kabupaten lain.
Selain itu, Karang Taruna akan menggandeng perusahaan melalui program CSR, termasuk PT KIM, untuk mendukung kegiatan kepemudaan dan promosi potensi daerah.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Bungo memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan layak menjadi tujuan investasi,” ungkapnya.
Sebagai wadah diskusi terbuka, Karang Taruna juga berencana membentuk Podcast Karang Taruna Bungo setelah kantor organisasi siap digunakan. Podcast ini nantinya akan menjadi ruang diskusi bagi pemuda, media, dan masyarakat untuk membahas pembangunan daerah. (tim)








