Ormas Riemba Gerak Nusa Kabupaten Bungo Orasi di Jakarta, Sampaikan Masalah Narkoba, Peti dan Korupsi

dutapers.com, JAKARTA – Sampaikan persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), narkoba, dan korupsi, Organisasi Masyarakat Riemba Gerak Nusa menggelar aksi unjukrasa di kantor Kejaksaan Agung dan Mabes Polri, Rabu (18/2/2026)

Aksi damai dengan masa puluhan orang ini pertama kali di geler di kantor Kejaksaan Agung. Disana, Fahrori Bute dalam orasinya meminta Kejaksaan Agung untuk memerintahkan Kejaksaan Tinggi Jambi dan Kejaksaan Negeri Bungo untuk mengusut secara total dan transparan dugaan kasus korupsi yang ada di Bungo.

“Kami meminta Kejagung untuk mengusut dugaan kasus korupsi proyek swakelola pemindahan sarana panjat tebing di Dinas Perkim Bungo pada tahun 2025, serta dugaan korupsi proyek sanitasi tahun 2021, 2022, dan 2023,” ujar Fachrori dalam orasinya.

Tak hanya dugaan kasus korupsi pemindahan sarana panjat tebing saja, Tapi Fachrori juga meminta Kejajung memerintahkan Kajati dan Kajari Bungo untuk mengusut kasus tindak pidana korupsi pupuk subsidi serta korupsi pajak yang hari ini aktor intelektualnya belum terungkap.

“Kasus pupuk subsidi dan samsat hingga hari ini aktor intelektualnya belum diusut. Kami meminta semua pihak yang terlibat seperti distributor Tani Subur dan juga oknum lain yang terlibat di Samsat agar turut di proses,” pintanya.

Usai melakukan orasi, kemudian Facrori bersama tim dipersilahkan masuk kedalam gedung Kejagung untuk menanandatangani surat perjanjian penanganan laporan yang sudah disampaikan.

Setelah melakukan aksi unjukrasa di Kejagung, kemudian para peserta aksi bergerak menuju Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri). Di Mabes Polri ada dua persoalan yang disampaikan, yakni terkait permasalahan Peti dan juga narkoba.

“Alam kami sudah hancur pak Kapolri, penindakan Peti di Bungo hingga hari ini kami nilai belum serius. Aktifitas ilegal dengan menggunakan alat berat jenis eksafator tersebut masih saja beraktifitas seperti kebal hukum,” sebut Fachrori.

Maraknya aktifitas Peti di wilayah Jambi, khususnya Kabupaten Bungo, kata Fachrori sebagai bentuk kegagalan Kapolda Jambi beserta jajaran dalam melaksanakan tugas. Untuk itu, ia meminta Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolda Jambi.

“Kami juga meminta pak Kapolri untuk melakukan evaluasi kinerja Kapolres Bungo. Pecat semua Kapolsek di wilayah Peti seperti Pelepat, Rantau Pandan, Bathin III Ulu, Bathin II Babeko, Limbur Lubuk Mengkuang dan juga Jujuhan,” pintanya.

Dalam orasinya Fachrori Bute juga meminta Kapolri untuk mencopot Kasat Narkoba Polres Bungo yang dinilai tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Katanya, hingga hari ini masih banyak bandar besar yang tidak pernah disentuh.

“Di daerah kami peredaran narkoba sudah sampai menyasar murid Sekolah Dasar pak Kapolri. Para DPO terduga bandar narkoba juga bebas berkeliaran. Kami meminta agar peredaran narkoba di wilayah kami bisa ditangani dengan serius,” pintanya.

Setelah menyampaikan orasi, kemudian Fachrori bersama tim disambut serta diminta untuk masuk ke ruangan Humas Mabes Polri. Disana semua tuntutan dimasukan untuk kemudian disampaikan ke Kapolri. Pada kesempatan tersebut Fachrori juga menyampaikan semua data para pemain Peti agar segera di proses.

Dalam pertemuan tersebut Fachrori juga memberikan ultimatum kepada Humas Mabes Polri. Jika tuntutannya tidak diproses dalam waktu dekat, maka ia akan kembali melakukan aksi unjukrasa di Mabes Polri dengan jumlah masa jauh lebih banyak. (tim)