dutapers.com, BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) melakukan sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun dalam kerangka pendanaan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawi Kabupaten tahun 2026, Selasa (7/4).
Acara ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra, Kabid Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kepala dinas TPH-Bun Ishak, Kepala Bappeda dan perwakilan kelompok tani dan Ketua KUD, dan undangan lainnya.
Diawali sambutan Kadis TPH Bun, Dinas Perkebunan Provinsi, dilanjutkan sambutan Bupati Bungo sekaligus membuka secara resmi sosialisasi program replanting kelapa sawit bagi pekebun.
Ishak, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun merupakan kegiatan yang dana bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) salah satu badan layanan umum yang berada di bawah kementerian keuangan RI.
Dana yang di himpun dari pajak ekspor CPO selanjutnya dikelola oleh BPDPKS untuk pengembangan kelapa sawit, melalui kegiatan peremajaan, riset, penyediaan sarana dan prasarana (Sapras) hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Melalui kegiatan peremajaan kebun kelapa sawit milik diharapkan kebun yang sudah berumur 25 tahun mengikuti program ini. Hal itu, untuk memaksimalkan hasil Tandan Buah Segar (TBS),” ungkap Kadis TPH Bun, Ishak.
Program ini menjadi bagian penting dari visi besar Bupati Bungo H. Dedy Putra – Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat dalam mewujudkan BUNGO BARU — Berkeadilan, Amanah, Religius, dan Unggul.
Melalui program ini, pentingnya pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah, salah satunya dengan integrasi dari replanting kelapa sawit.
“Integrasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan hasil pekebun kelapa sawit, selagi ada kesempatan bantuan dari pemerintah diharapkan dimanfaatkan untuk peremajaan kelapa sawit rakyat,” tegas Dedy Putra.(tim)











