dutapers.com, BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol terus memantau perkembangan cuaca. Meski berdasarkan rilis BMKG saat ini sudah memasuki musim kemarau sejak April 2025 lalu, namun intensitas hujan masih tergolong tinggi.
Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini masih berada dalam masa pancaroba. Hal ini ditandai dengan turunnya hujan yang hampir terjadi setiap malam di tengah suhu udara yang cukup panas pada siang hari.
”Alhamdulillah, turunnya hujan hampir setiap malam ini sedikit banyak mengurangi risiko dampak kemarau panjang. Untuk kondisi banjir, sejauh ini kami belum menerima laporan adanya wilayah yang terendam, baik dari para Camat maupun Datuk Rio,” ujar Zainadi saat ditemui di ruang kerjanya.
Meskipun kondisi banjir relatif aman, Zainadi memberikan catatan khusus terkait ancaman tanah longsor. Beberapa waktu lalu, longsor sempat terjadi di Kecamatan Batin III Ulu, tepatnya di wilayah Timbolasi.
Terkait itu, pihaknya bergerak cepat sehingga akses jalan yang sempat tertutup dapat dibersihkan dalam waktu singkat.
”Proses pembersihan tidak sampai memakan waktu 10 jam. Sekitar 4 hingga 5 jam setelah kejadian, jalan sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat untuk beraktivitas,” tambahnya.
Zainadi memetakan terdapat setidaknya 4 kecamatan yang memiliki risiko tinggi tanah longsor, diantaranya Limbur Lubuk Mengkuang, Batin III Ulu, Rantau Pandan dan Pelepat.
Sementara itu, untuk potensi banjir, BPBD mencatat ada sekitar 75 desa atau dusun yang menjadi titik rawan jika terjadi hujan lebat dengan durasi lama, terutama pemukiman yang berada di dataran rendah sepanjang aliran sungai.
Memasuki musim yang tidak menentu ini, Zainadi mengimbauan agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintasi daerah perbukitan atau tebing tinggi, terutama di wilayah hulu, karena struktur tanah yang labil saat hujan dapat memicu longsor sewaktu-waktu. Selain itu, masyarakat dilarang keras membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering.
“Kami sangat menyarankan penggunaan alat berat untuk pembukaan lahan guna menghindari bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” tegasnya.
BPBD Kabupaten Bungo memastikan akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa untuk mengantisipasi segala kemungkinan bencana yang muncul akibat cuaca pancaroba ini. (tim)













