dutapers.com, BUNGO – Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo tampaknya masih menjadi tantangan berat bagi kelestarian lingkungan dan penegakan hukum. Berdasarkan data inventarisasi terbaru dari pihak pemerintah kecamatan, tercatat ribuan titik aktivitas PETI yang tersebar di berbagai wilayah dengan menggunakan beragam fasilitas, mulai dari mesin robin, dompeng, hingga alat berat jenis excavator.
Hingga saat ini, laporan yang dihimpun dari 8 Camat di Kabupaten Bungo menunjukkan angka yang cukup fantastis, yakni mencapai 1.872 titik PETI. Jumlah ini diprediksi bisa jauh lebih besar mengingat masih ada 7 kecamatan lain yang dilaporkan belum menyetorkan data inventarisasi wilayah mereka kepada Pemerintah Kabupaten.
Fokus di Bathin III Ulu
Dari hasil pemetaan khusus di kawasan Bathin III Ulu, terdeteksi sedikitnya ada 28 unit alat berat jenis excavator yang diduga kuat digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 unit excavator dikonfirmasi masih aktif beroperasi di wilayah Kecamatan Bathin III Ulu (Batilu).
Camat Bathin III Ulu, Doni Marsudi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya aktivitas alat berat tersebut di wilayah kerjanya. Berdasarkan data riil di lapangan, sebaran 9 unit excavator tersebut berada di tiga titik dusun, yaitu:
Dusun Sungai Telang: 4 Unit (Keberadaan alat ini juga telah dibenarkan oleh Datuk Rio Dusun Sungai Telang, Ramaini). Dusun Timbolasi: 2 Unit. Dusun Aur Cino: 3 Unit.
Merespons temuan ini, Camat Bathin III Ulu menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak tinggal diam. Upaya-upaya preemtif berupa imbauan, sosialisasi, hingga edukasi mengenai dampak buruk kerusakan lingkungan akibat PETI terus digencarkan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi intensif dengan para Datuk Rio (Kepala Desa) setempat guna memvalidasi data dan mencari solusi konkret di tingkat tapak.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Desmardi, membenarkan bahwa saat ini pemerintah memang sedang melakukan pengumpulan data dan inventarisasi menyeluruh terkait aktivitas PETI dari seluruh camat. Data ini nantinya diharapkan dapat menjadi basis kebijakan yang kuat dalam menentukan langkah penanganan strategis ke depan. (tim)










