Waka Polres Bungo Hadiri Deklarasi Tolak Balap Liar dan Geng Motor

Berita, Daerah59 Dilihat

dutapers.com, BUNGO – Upaya mencegah aksi balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, aparat penegak hukum, dunia pendidikan hingga masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Menolak Segala Aktivitas Balap Liar dan Geng Motor di Kabupaten Bungo, yang digelar di GOR Serunai Baru, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri langsung Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Asep Saepudin, S.I.K., Dansat Brimob Kombes Pol Budi Hidayat, S.I.K., Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., Wakil Bupati Bungo Ust. Tri Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Bungo Muhamad Adani, S.H., M.Kn., serta jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat terkait.

Dari jajaran Polres Bungo turut hadir Wakapolres Bungo Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom., M.H., Kabag Ops AKP Botben Mingan Pasaribu, S.E., dan Kasat Intelkam AKP Fajar Nugroho.

Deklarasi tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), perundungan, bahaya narkoba, serta pencegahan balap liar dan geng motor.

Di hadapan para guru dan pelajar, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sosialisasi semata.

Menurutnya, diperlukan aksi nyata dan pengawasan berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk membentengi generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran sosialisasi semata, tetapi mampu melahirkan aksi nyata di setiap sekolah melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan siswa, peningkatan literasi digital, serta pengawasan yang berkelanjutan,” ujar Al Haris.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta membangun karakter.

“Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, sehat, serta memiliki semangat persatuan dan toleransi,” katanya.

Al Haris menegaskan, Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung berbagai langkah pencegahan terhadap ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

Pesan khusus juga disampaikan terkait aksi balap liar dan geng motor yang selama ini menjadi perhatian karena tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

“Dan satu lagi, ayo bersama-sama kita menolak adanya balap liar dan geng motor di lingkungan kita,” tegas Gubernur.

Usai sambutan Gubernur Jambi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati Bungo dan penandatanganan komitmen bersama menolak aktivitas balap liar dan geng motor di Kabupaten Bungo.

Selain itu, dilakukan pula deklarasi relawan antinarkoba BNK Bungo. Para peserta kemudian mengikuti pemaparan materi mengenai pencegahan IRET, TCC dan perundungan, bahaya narkoba, serta dampak balap liar dan geng motor.

Kegiatan semakin menarik dengan penyampaian pengalaman dan kilas balik dari mantan narapidana terorisme (eks-Napiter) sebagai edukasi kepada para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh paham maupun jaringan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Keterlibatan para guru dan siswa dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai benteng pencegahan narkoba, kekerasan, perundungan, balap liar, geng motor, serta paham intoleran dan radikal.

Deklarasi bersama tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan dan masyarakat untuk menjaga generasi muda Kabupaten Bungo agar tetap berada pada jalur pendidikan, prestasi dan kegiatan positif.