dutapers.com, BUNGO — Rekam jejak sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tidak hanya terukir dari satu kalangan semata. Kabupaten Bungo mencatatkan sebuah kisah keberagaman dan patriotisme luar biasa melalui sosok almarhum Effendi Boyok, satu-satunya veteran perang berdarah Tionghoa yang tercatat berasal dari Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun, Kabupaten Bungo.
Kehadiran Effendi Boyok menjadi bukti nyata bahwa semangat membela tanah air menembus batas etnis dan latar belakang.
Bersama para pejuang lokal lainnya, seperti Datuk Nasir dan H. Abdullah Somad. Mereka berdiri di garis depan mengangkat senjata menentang kolonial Belanda hingga dan sekutunya Jepang.
Nama Effendi Boyok mungkin terasa khas, namun jiwa patriotnya murni untuk Merah Putih. Pada masa-masa kritis mempertahankan kemerdekaan, ia bahu-membahu bersama para gerilyawan Bungo menembus barikade musuh dan bergerilya di tengah belantara Jambi.
Sebagai satu-satunya veteran dari etnis Tionghoa di Kabupaten Bungo, dedikasi Effendi Boyok memberikan gambaran utuh betapa kuatnya rasa persatuan masyarakat Bungo saat kemerdekaan Indonesia dipertaruhkan.
Rukiah, istri almarhum Veteran Boyok yang menjadi saksi hidup perjalanan sang suami, mengisahkan betapa besarnya pengorbanan yang telah diberikan demi berdirinya Republik ini.
”Perjuangan masa itu penuh dengan air mata dan pertaruhan nyawa. Beliau dan para pejuang lainnya tidak pernah memikirkan perbedaan latar belakang, yang ada di pikiran mereka hanya satu: Indonesia harus merdeka,” kenang Rukiah.
Semboyan Jas Merah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) yang pernah digaungkan Presiden Soekarno menjadi semboyan ketika melihat jejak para pahlawan Bungo ini. Tiga nama veteran utama Bungo mengajarkan teladan yang berbeda namun bermuara pada satu tujuan untuk kemerdekaan.
Veteran Datuk Nasir, pejuang tangguh era Belanda dan Jepang yang mendedikasikan hidupnya hingga hijrah ke Bungo.
Veteran H. Abdullah Somad, tokoh pejuang gigih yang kini namanya diabadikan di kawasan SKIP H. Abdullah Somad sebagai bentuk penghormatan daerah.
Veteran Effendi Boyok, simbol kebhinekaan dan patriotisme sejati dari etnis Tionghoa Bungo untuk kemerdekaan RI. Kisah Effendi Boyok bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan warisan nilai keteladanan bagi generasi muda Kabupaten Bungo tentang arti penting persatuan, toleransi, dan cinta tanah air tanpa syarat.







