dutapers.com, BUNGO – Jembatan Apung Dusun Sungai Beringin, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo dihantam banjir, akibat luapan air. Saat ini, jembatan tidak lagi dapat difungsikan. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah video dan foto kondisi jembatan yang rusak parah beredar luas di kalangan masyarakat.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat jembatan Apung tersebut dipenuhi tumpukan kayu dan material hanyut dari hulu sungai. Derasnya arus Sungai Beringin membawa batang kayu berukuran besar yang menghantam badan jembatan hingga menyebabkan struktur jembatan bergeser dan akhirnya rusak.
Sejumlah warga menduga kerusakan jembatan ini tidak lepas dari maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran sungai. Aktivitas tersebut dinilai telah memperparah kondisi lingkungan, termasuk meningkatkan sedimentasi serta mempercepat arus air saat hujan turun.
“Sejak ada aktivitas PETI, kondisi sungai berubah. Air jadi keruh, arus lebih deras, dan sering membawa kayu-kayu besar. Sekarang jembatan apung kami hancur,” ujar salah satu warga setempat.
Jembatan Apung tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Dusun Sungai Beringin untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju kebun, sekolah, hingga pusat ekonomi. Akibat kerusakan ini, mobilitas warga menjadi terganggu dan sebagian aktivitas terpaksa terhenti.
Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Bungo bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan fasilitas umum.
Selain itu, masyarakat juga mendesak agar segera dibangun jembatan darurat guna memulihkan akses yang terputus, mengingat pentingnya jalur tersebut bagi kehidupan sehari-hari warga. (tim)














