Oleh: TONI HENDRA
KASUS pembunuhan menjadi trending topik di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun Kabupaten Bungo. Ada dua kasus yang menyita perhatian publik akhir-akhir ini. Pertama, penemuan mayat perempuan di aliran Sungai Tebo yang terkuak kejadian tersebut merupakan kasus pembunuhan. Pelaku dan korban merupakan pasangan kekasih yang masih usia sekolah.
Kasus yang kedua ini menjadi kasus pembunuhan menggemparkan seantero jagat raya. Yakni, kasus pembunuhan terhadap seorang dosen di salah satu kampus di Kabupaten Bungo yang dipicu soal asmara. Konon pelaku nekad melakukan aksi bejatnya dipicu karena sakit hati.
Dari kedua kasus ini, penulis menyikapi dampak buruk dari pergaulan bebas yang meracuni anak-anak kita. Sungguh miris, pergaulan bebas sudah merenggut nyawa. Untuk itu, mari kita sama-sama mengingatkan kepada anak, sebagai generasi bangsa dan harapan keluarga. Jauhi pergaulan bebas, narkoba dan tindakan kriminal lainnya.
Pergaulan bebas merupakan sebuah jenis pergaulan yang memberi dampak buruk bagi manusia, entah itu remaja (siswa, red), orang dewasa, atau mahasiswa sekali pun.
Pergaulan bebas dapat menggiring seseorang ke dalam beberapa jalan yang berbahaya, seperti narkoba dan juga seks bebas. Hingga akhirnya dihadapkan pada kasus pembunuhan terhadap pasangannya sendiri.
Seperti kasus remaja yang masih usia sekolah, tega menghabisi nyawa pasangannya hanya persoalan sepele. Disusul kisah asmara pasangan oknum polisi dan seorang dosen. Meski terpaut usia jauh berbeda, cinta mereka kandas akibat kebiadaban pacarnya sendiri.
Apalagi di zaman sekarang, pengaruh pergaulan bebas di Kabupaten Bungo sangat besar. Dari perkembangan kota, Bungo mempunyai celah besar, jika tidak kita bentengi diri anak dengan agama dan akhlak. Mereka akan terjerumus ke lembah kemaksiat dan keterpurukkan.
Apalagi saat ini, tren dan gaya hidup acap kali menjadi pemicu anak- anak muda melakukan perbuatan keji. Akses dan media sosial yang kebablasan juga jadi ancaman, terumata bagi rekan-rekan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Harus menjaga marwahnya.
Karena hampir seluruh mahasiswa di luar sana melabeli dirinya sebagai pribadi yang terbuka akan apa saja. Ada alasan lainnya juga yaitu hasrat bergaul mahasiswa yang sangat tinggi sehingga mereka ingin mencoba berteman dengan siapa pun yang mereka temui.
Hal-hal ini membuat mahasiswa sangat mungkin untuk terlibat dalam pergaulan bebas. Hal itu membuat mereka mengalami masalah perkuliahan disebabkan oleh seks bebas yang mereka lakukan. Perkuliahannya terpaksa terkendala dikarenakan mereka hamil di luar nikah. Hubungan mereka dengan keluarga mereka juga sempat renggang dan bermasalah karena hal ini.
Dampak-dampak ini, penulis berkesimpulan bahwa tidak ada satu pun aspek positif dalam pergaulan bebas. Semua yang bisa kita dapat dari hal ini hanya dampak negatif. Pergaulan bebas ada di sekitar kita, bahkan sangat dekat dengan kita di zaman ini.
Oleh karena itu, bagi orang tua agar tetap menjaga anak-anaknya dengan baik. Pergaulan bebas tidak memberi kita apa pun, malah berkemungkinan besar menghancurkan kehidupan anak.
Harapannya juga pemerintah agar membuat program kerja yang bernilai akhlakul karimah. Program bagi anak-anak pelajar dan mahasiswa, untuk membentengi diri mereka dari pengaruh pergaulan bebas. (***)







