dutapers.com, BUNGO – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Bungo gelar berupaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan itu di hadiri langsung oleh Kesbangpol Provinsi Jambi, Kasatgaswil Densus 88, Staf ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, Datuk Rio dan Datuk Rio yang berlangsung di Aula Cempaka Bappeda, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah.
Dalam sosialisasi tersebut, aparat pemerintah mulai dari tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan dilibatkan secara aktif. Mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi serta mengantisipasi masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai langkah antisipasi. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa penyebaran paham radikalisme bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan masyarakat,” ujar Plt Kaban Kesbangpol Provinsi Jambi Drs. H. Ismed Wijaya, M.M.
Meski belum ada data pasti terkait jumlah masyarakat yang terpapar, indikasi penyebaran disebut telah terdeteksi di beberapa wilayah. Terutama di daerah dengan mobilitas tinggi, seperti kawasan lintas yang menjadi jalur keluar masuk orang dan barang.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan pengawasan, termasuk terhadap pendatang baru serta aktivitas lembaga pendidikan dan yayasan. Aparat wilayah diminta untuk lebih aktif memantau kondisi lingkungan guna mencegah berkembangnya paham radikal.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada penyebaran paham ekstremisme.
Sementara itu Kaban Kesbangpol Kabupaten Bungo Zainadi berharap, ” seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga daerah ini. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” singkatnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme serta pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(tim)














